VISI TANPA EKSEKUSI ADALAH
Rabu, 01 Februari 2012
Hasil Musyawarah Perencanaaan Pembangunan (Musrenbang) kurun waktu dua tahun terakhir di Nagari Labuh Kecamatan Lima Kaum belum terealisasi. “ Hasil Musrenbang untuk pembangunan diberbagai bidang kurun waktu dua tahun terakhir di Nagari Labuh belum ada realisasinya, ” Ungkap Tokoh masyarakat Zulfrijon yang hadir mengikuti Musrenbang Nagari Labuh, di Aula kantor Wali Nagari setempat, Selasa (31/1) kemaren.
Ia mengatakan, selama ini masyarakat sudah mengusulkan kegiatan pembangunan yang paling prioritas, namun sayangnya tidak ada satupun yang bisa diralisasikan oleh pemerintah daerah.
“ saya minta kepada tim pembina Musrenbang tingkat kabupaten untuk mendengar dan merealisasikan aspirasi masyarakat yang selama ini sempat tertunda” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan itu, Ketua Tim Pembina Musrenbang Kabupaten Tanah Datar Auskarni menyebutkan, belum terealisasi usulan Musrenbang Nagari Labuh, berkemungkinan ada yang lebih prioritas di nagari lain.
“ Mungkin usulan prioritas pembangunan yang kita usulkan dari nagari Labuh kalah prioritas dari nagari lain, karena ditingkat kabupaten ada sekitar 75 nagari yang mengusulkan berbagai perencanaan kegiatan pembangunan,”katanya.
Meskipun demikian pinta dia, warga Nagari Labuh tidak usah patah semangat dalam mengusulkan setiap program prioritas pembangunan, karena masih banyak kegiatan pembangunan melalui berbagai program.
“ Seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), APBD Provinsi dan lainnya, sehingga kita bisa menikmati apa yang kita harapkan dalam membangunan nagari ini,”katanya.
Nagari Labuh mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nagari ( Musrenbang) untuk perencanaan pembangunan 2013, menurut Wali Nagari Labuh Edi Neldi dilaksanakan untuk mengusulkan prioritas pembangunan ke tingkat kabupaten.
“ Dari Musrenbang ini nantinya akan muncul dan tercipta kata sepakat rencana pembangunan nagari untuk tahun 2013 yang akan kita usulkan ke tingkat kabupaten,”katanya.
Ia mengatakan, dalam merencanakan pembangunan disebuah nagari sangat dibutuhkan kekompakan dari berbagai elemen masyarakat, sehingga apa yang direncanakan itu bisa terealisasi sebagaimana yang diharapkan.
“ Kekompakan, persatuan dan kesatuan kita sangat diharapkan dalam merencanakan pembangunan. Mana yang prioritas itu yang utama kita usulkan, satukan suara dalam hal ini,”pintanya.
Sementara itu Auskarni mengatakan, Musrenbang ini merupakan forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh masyarakat Nagari dan para pelaku pembangunan dalam menampung kebutuhan masyarakat.
“ Melalui Musrenbang ini setiap Nagari mengatasi masalah-masalah pembangunan dan menentukan prioritas pembangunan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari (RPJM-Nagari) dan Rencana Kerja Pemerintahan Nagari (RKP-nagari)," jelasnya.
Kegiatan Musrenbang nagari ini juga tidak terlepas dari peran kecamatan, yaitu mendampingi dan memfasilitasi serta melakukan pembinaan jalannya musrenbang.
Pembinaan diberikan kepada pemerintahan nagari dan Lembaga Masyarakat (LPM , TP-PKK, Karang taruna, BPD) dalam merangkum dan membuat perencanaan pembangunan diberbagai bidang seperti Pembangunan, ekonomi dan sosial budaya.
Beni Forta Reza tokoh pemuda Nagari Labuh sangat menyanyangkan ketidakhadiran anggota DPRD Tanah Datar asal yang berasal dari daerah pemilihan Lima Kaum. “ bagaimana anggota dewan tersebut menperjuangan program prioritas nagari, sedangkan mereka tidak hadir pada proses Musrenbang”, Tuturnya.
Menurut Beni, wajar saja tidak teralisasi hasil Musrenbang kurun waktu dua tahun terakhir, sebab tidak ada anggota DPRD asal Lima kaum yang menperjuangankan di tingkat kabupaten.
Turut hadir dalam musrenbang tersebut, tim pembina musrenbang tingkat Kabupetan Tanah Datar, Camat Lima Kaum, Muspika, lembaga unsur nagari dan undangan lainnya. (236)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar