VISI TANPA EKSEKUSI ADALAH
Jumat, 27 Januari 2012
Batusangkar,KP.
Kembali ke sistem pemerintahan nagari sebagai sistem pemerintahan terendah pengganti desa di Sumbar harga mati. “ perlu disadari, sistem pemerintahan nagari yang sudah kita usahakan dengan kerja keras sebagai sistem pemerintahan terendah itu harga mati”, ungkap Bupati Tanah Datar M Shadiq Pasadigoe ketika menbuka Rapat Kerja (Raker) forum Perhimpunan Wali Nagari Se Sumbar, Kamis (26/1) kemaren, diaula kantor Bupati Pagaruyung.
Raker dengan tema” mari kita tingkatkan etos kerja dan rasa kebersamaan dalam menbangun nagari” turut hadir Bupati Lima Puluh Kota Dr Alis Marajo, Muspida Tanah Datar, Anggota DPRD Tanah Datar Drs Irman, M,Si dan Eri Hendri, SP, Pejabat Eselon II dan III lingkungan Pemkab Tanah Datar, Camat beserta Wali Nagari, dan Ketua PKK Nagari Se Kabupaten Tanah Datar.
Menurut Bupati, kembali sistem pemerintahan nagari sebagai sistem pemerintahan terendah jangan dikira kerja gampangan. Tetapi sebelumnya tentu ada prosesnya. Prosesnya, tentu dituntut kerja keras.
Melalui Raker itu, Bupati mengharapkan adanya masukan, saran, dan sumbangsih pemikiran dari para wali nagari tentang sistem pemerintahan nagari yang ideal kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Sementara itu Ketua Forum Wali Nagari Sumbar Anwar Maksum, mengatakan tidak ada alasan bagi wali nagari yang tidak mendukung kebijakan atau sejalan dengan bupati maupun dengan gubernur. Karena, kepentingan sama.
Pada kesempatan tu, ia juga mengungkapkan, satu- satunya daerah yang mengalokasikan dana sebesar Rp 75 juta pada APBD untuk operasional Forum Wali Nagari, yakni Kabupaten Tanah Datar. “ saya berharap, daerah lain untuk mencontoh apa yang telah dilakukan oleh bupati tanah datar ini” ujar Wali Nagari Baso ini.
Ketua Pelaksana Raker Forum H Yusran Munan menambahkan, perhatian bupati terhadap forum sangat tinggi. Dsamping menghadiri setiap pertemuan dengan forum, bupati juga mengalokasikan dana operasional forum sebesar rp 75 juta setahun. “ satu-satunya daerah yang menganggarkan dana untuk operasional forum” sebut Wali nagari Mingkabau ini.
Forum dibawah kepemimpinan Anwar Maksum, kata Yusran Munaf telah mengajukan permohonan kepada gubernur, dan itupun telah disetujui. Diantaranya, insentif wali nagari dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta dan dana operasional forum sebesar Rp 250 juta. (236 )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar