VISI TANPA EKSEKUSI ADALAH
Kamis, 01 Desember 2011
Batusangkar, KP.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Datar menggelar Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) tingkat SLTA dan Persatuan Baris Berbaris (PBB) tingkat SLTP se- Kabupaten Tanah Datar di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, Sabtu (26/11), kemaren.
Perlombaan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Peringatan Hut Sumpah pemuda ke 83 tahun 2011 ini, menurut Ketua KNPI Tanah Datar Elfiardi, SH mengajak generasi muda hendaknya dapat memaknai kembali perjuangan para pemuda dulu.
“ Kita harus melakukan refleksi ke belakang, sekaligus mengantisipasi ke depan sejarah perjalanan bangsa dalam menghadapi tantangan baru dengan semangat nilai-nilai Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, UUD 1945, dan dan Bhineka Tunggal Ika,” tutur dia.
Dia menyebut pemuda Tanah Datar harus mampu menghadapi tantangan baru saat ini dan mempersiapkan langkah menuju pemuda yang berdaya saing dan bermartabat serta mengedepankan akhlak mulia di atas semangat persatuan dan kesatuan.
“Pemuda hendaknya berkarakter kokoh yang mencerminkan semangat patriotik, jiwa nasionalis, jati diri yang mengakar, berwawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semuanya dinaungi oleh nilai-nilai Pancasila dalam bingkai NKRI,” ucap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar Alfian Jamrah menyampaikan kegiatan LTUB dan PBB dalam rangka memperingati HSP ini hendaknya menjadi refleksi tekad para pemuda dalam mewujudkan satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa.
"Jangan sampai kita mengikuti lomba setiap tahun ini hanya rutinitas, sehingga kehilangan makna. Kita harus memaknai kembali sesuai dengan semangat sekarang tanpa kehilangan nilai-nilai dari peringatan Sumpah Pemuda itu sendiri," ucap dia.
Pemerintah daerah, tambahnya, telah menyiapkan ruang yang luas bagi pemuda untuk berkreasi, berkreativitas, bersosial-wirausaha, berekonomi kreatif agar digeluti oleh pemuda untuk ikut serta berpartisipasi.
“ Dengan berbagai potensi, bakat, kemampuan, dan keterampilan serta semangat pemuda dalam pembangunan daerah senantiasa memberikan warna bagi pertumbuhan dan kemajuan daerah ini,” ucap dia.
Pada Lomba TUB tingkat SLTA, tampil sebagai Juara I SMAN 1 Batusangkar dengan nilai 1.655, Juara II SMKN 1 Batusangkar dengan nilai 1.653, dan Juara III SMAN 1 Pariangan dengan nilai 1.650. Lomba ini diikuti sembilan sekolah dengan dua orang Dewan Juri Asril Nurhasan dan Adarul Utama.
Sementara untuk Lomba PBB tingkat SLTP tampil sebagai Juara I SMPN 2 Batusangkar dengan nilai 4.280, Juara II SMPN 5 Batusangkar dengan nilai 4.245, dan Juara III SMPN 1 Sungai Tarab dengan nilai 3.840. Lomba ini diikuti enam sekolah dengan dua orang Dewan Juri Bambang dan Nasrul Untung. 236
Batusangkar, KP.
Swadaya masyarakat dalam menyukseskan pembangunan di Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar sangat menggembirakan. Terbukti pada pembangunan ruas jalan Sungai jambu – Talao Jorong Bulakan sepanjang 2 Km, tanah masyarakat yang terkena pembangunan tersebut, tanpa dibayarkan ganti kerugian.
Demikian disampaikan Oleh Wali Nagari Padang Magek Syafril Jamal kepada Koran ini, Minggu (27/11) ketika ditemui dilokasi.
Menurut Syafril Jamal, tingginya partisipasi warganya dalam menyukseskan pembangunan di nagari, karena adanya kepercayaan dari masyarakat kepada pemerintahan yang dipimpinnya.
Kepercayaan masyarakat itu kata Wali Nagari, karena masyarakat dilibatkan setiap ada pembangunan di nagari, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Selain itu, pemerintahan nagari juga transparan dalam penggunaan dana yang diperoleh dari bantuan pemerintah.
“ tingginya kesadaran masyarakat untuk membangun nagari juga dikarenakan adanya musyawarah mufakat dan manajemen terbuka dari Wali Nagari serta adanya kerja sama yang kompak dengan tokoh masyarakat” ujar dia.
Proyek pembangunan Jalan yang bersumber dari dana pemerintah pusat melalui Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar sebesar Rp 120 juta itu telah selesai dilaksanakan pengerjaannya. Terdapat swadaya masyarakat dalam menbebaskan tanahnya sepanjang 2 Km dengan lebar 4 meter, tanpa ganti rugi sebesar Rp 800 juta.
Selain swadaya masyarakat tersebut diatas, ada pula swadaya murni dari masyarakat yaitu gotong royong bersama dalam menyukseskan pembangunan jalan itu sebesar Rp 5 juta, sebut Wali Nagari Berprestasi tingkat provinsi tahun 2010 ini.
Ditempat terpisah, Ketua Kerapatan Adat Nagari ( KAN) E Dt Machudum kepada Koran ini menyebutkan pembangunan jalan tersebut sangat menguntungkan bagai masyaraka, terutama masyarakat yang memiliki lahan atau lokasi disepanjang jalan tersebut.
Selain nilai tawar lahan atau lokasi warga naik, juga mengurangi biaya pertanian yang dikeluarkan mereka, baik sebelum atau sesudah panen. Pembangunan jalan tersebut, sangat- sangat menguntungkan bagi masyarakat, tegasnya. 236
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar