VISI TANPA EKSEKUSI ADALAH
Kamis, 01 Desember 2011
Batusangkar, KP.
Kontingen Kafilah Tanah Datar berhasil menempati posisi kedua pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ( MTQ) ke 34 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Dhamasraya. Atas keberhasilan itu, Pemkab Tanah Datar menberikan bonus bagi kafilah, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum berhasil.
“ kita bersyukur atas keberhasilan yang diraih kafilah tersebut, apalagi selama mengikuti lomba kafilah berada dalam kondisi yang sehat, serta bisa melaksankan lomab dengan baik, dan menempati posisi kedua, setelah Kota Padang” Ujar Bupati Tanah Datar M Shadiq Pasadigoe kepada wartawan ketika menberikan bonus kepada kafilah, selasa ( 29/11) kemaren, di Islamic Centre Pagaruyung Tanjung Emas.
Disebutkan Bupati, kita sudah tiga kali berturut – turut menempati posisi kedua, dan bertekad akan lebih baik lagi pada MTQ ke 35 di Kabupaten Solok selatan. “ memang sulit untuk menandingi Kafilah dari Kota Padang, karena fasilitas mereka lengkap” Ungkap Shadiq.
Bonus yang diberikan, untuk peraih juara I diberikan bonus sebesar Rp 15 juta, juara II Rp 4 juta, dan juara III Rp 3 juta. Sedangkan Kafilah yang menempati posisi harapan I, II dan III masing-masing diberikan bonus sebesar Rp 1 juta, dan Kafilah yang belum meraih prestasi, masing- masing diberikan bonus sebesar Rp 500 ribu.
Bonus yang diberikan kepada Kafilah tersebut, kata Bupati bukan karena daerah kaya, tetapi pemerintah menghargai perjuangan keras para kafilah dalam mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Bonus yang disediakan Pemkab Tanah Datar sebesar Rp 200 juta pada APBD tahun 2011 ini, dan hanya terserap sebesar Rp 137 juta.
“ meskipun tidak mencapai target, posisi kedua pada MTQ tersebut sudah merupakan harapan kita semua. Mengingat persiapan untuk menghadapi ajang ini kita telah jauh- jauh hari mempersiapkan diri. Selain itu, kita mengikuti MTQ ridho karena Allah, bukan untuk kepentingan”, tutur Bupati.
Kedepan, ia berharap lembaga LPTQ Tanah Datar sudah merancang persiapan sejak dini. Kalau bisa, setahun sebelum MTQ tingkat provinsi ke 35 di Kabupaten Solok Selatan dimulai, panitia MTQ sudah melakukan latihan, sehingga kualitas kafilah murni dari kemampuan sendiri.
Ditempati posisi kedua pada MTQ ini, karena kontingen Tanah Datar berhasil meraih 4 juara pertama, 7 juara kedua, dan 8 juara ketiga, serta 14 juara harapan I, II, dan III. Untuk Juara I diraih oleh, Erita dari Cabang Tafsir Bahasa Arab Putri, Wahyu Eko Putra dari Cabang Tahfiz 1 Jus Non Tilawah Putra, Qalbo Kholis dari cabang Tahfiz 20 Juz Putra, dan Arifa dari Cabang Khat Hiasan Putri.
Sedangkan juara II diraih oleh, Gifagayatri (Tilawah TK Putri), Asnadi (Tafsir Bhasa Arab Putra), Putri Sairah (Tafsir Bhs. Indonesia Putri), Efendi Karmila (Tafsir Bahasa Indonesia Putra), Ahmad Yusuf (Tahfiz 1 Juz & Tilawah Putra), Erfina Putri (Tafsir 1 Juz dan Tilawah Putra). Selanjutnya Juara ke III diraih oleh Alfion (Kiraat Putra), Welli Octavia (Tafsir Bahasa Inggirs Putri), Mustaqim ( Tahfiz 10 Juz Putra), Yuskinah (Tahfiz 10 Juz Putri), M. Fadilah (Tartil Dasar Putra), Abu Hanafiah ( Khat Naskah Putra), Ria Maya (Khat Naskah Putri), dan Mimi Mutia (M2KQ Putri). 236
Batusangkar, KP.
Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang bekerjasama dengan Pemkab Tanah Datar melaksankan pagelaran Seni Orang-orang Rumah Bertanduk, Senen (28/11) malam, di pelataran parkir Istano Basa Pagaruyung, Tanjung Emas.
Pagelaran memukau pengunjung, dihadiri oleh Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe, Prof. Emil Salim, DR. Fasli Jalal, Basril Jabar, Rektor ISI Prof. DR Mahdi Bahar, Fadlizon, Andi Salim ( Pimpinan rombongan SMAS 3 Jakarta), Ari Suteja ( Pendiri Jakarta Art Fertina), Ref Andras (Bengkulu), Muspida Tanah Datar, Sekda Tanah Datar Drs. H. Muzwar. M, serta Pimpinan SKPD, dan sejumlah undangan lainnya.
M Shadiq Pasadigoe dalam sambutannya mengatakan kehadiran ISI Padang Panjang sebagai sekolah yang membina seni dan budaya, serta sangggar seni sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat Tanah Datar khususnya, dan masyarakat Sumbar umumnya.
“ Pagelaran seni yang pertama kali diselenggarakan di Istano Basa Pagaruyung ini, kedepan bisa berlanjut. Apalagi pembangunan rumah gadang kebanggaan masyarakat minang ini hampir selesai pembangunanannya”, ujar Shadiq.
Menurut Shadiq, Pagelaran seni yang dilakukan ini adalah salah satu terobosan untuk pengelolaan Istano Basa Pagaruyung kedepan. Sebab, pagelaran seni ini dapat mengangkat sejarah dan nilai-nilai budaya minangkabau. “ masyarakat akan mudah mencerna dan mengambil isi pesan-pesan yang disampaikan melalui pagelaran seni”, ujar Shadiq.
Shadiq juga berharap pembinaan seni yang dilakukan ISI Padang Panjang didaerah ini terus berlanjut. Karena, daerah ini sangat kaya akan potensi kebudayaan dan kepariwisataan. “ kalau bisa kita bekerjasama dengan ISI Padang Panjang tentang pembinaan seni dan budaya, karena keterbatasan sumberdaya dan fasilitas yang kita miliki” ungkapnya.
Untuk pengembangan Istano Basa kedepan, Shadiq menyampaikan masih banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti gedung pertunjuka untuk menampilkan kekayaan seni budaya.
Sementara itu, Rektor ISI Mahdi Bahar merasa puas atas pagelaran yang ditampilkan ditampilkan pada malam itu. Apalagi, persiapan yang dilakukan cukup panjang, yakni selama 50 hari berkolaborasi dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Pagelaran seni yang ditampilkan malam itu, Randai, Tari, Pesta pernikahan ala minangkabau, Dabus, Pencak Silat dan sebagainya. Kesemuanya itu dirangkai dalam dua episode. 236
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar