Menjelang Ujian Nasional (UN) Tahun 2011 ini, SMAN 1 Sungayang kembali mnelakukan kegiatan karantina siswa. Karantina dilakukan selama delapan hari, dimulai pada tanggal 13 hingga 21 April 2011 di ikuti sebanyak 113 siswa kelas 12.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Sungayang Drs H Amrisman, Kegiatan Karantina yang sudah enam kali kita lakukan ini merupakan salah satu ciri bagi SMAN 1 Sungayang untuk menghadapi sukses UN.
Disebutkan Amrisman, kegiatan karantina ini untuk memudahkan mengontrol belajar siswa, menciptakan kedisiplinan siswa sehingga tidak terlambat mengikuti UN, menambah wawasan siswa dengan menghadirkan narasumber yang profesional dibidangnya.
" Siswa tidak ada lagi melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat, selesai ujian tidak lagi membahas materi yang telah diujiankan tapi membahas materi yang akan diujikan, serta siswa jauh dari gangguan luar yang bersifat negatif," tutur Amrisman.
Kegiatan Karantina ini, tambahnya, selalu memberikan hasil positif bagi siswa dalam menghadapi UN setiap tahunnya terutama mereka yang lulus di Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Amrisman juga menbeberakan, pada tahun ajaran 2009/2010 lalu siswa kita yang diterima PT sebanyak 63 orang atau sekitar 75 %, dan kita optimis pada tahun ini siswa yang lulus sebanyak 85 persen. Moto kita tetap menjadi terbaik dari yang baik di Tanah Datar.
Ketua Panitia Karantina Elyusri mengatakan untuk suksesnya acara tersebut dibutuhkan biaya sekitar Rp68 juta, bersumber dari iuran wali murid, subsidi silang wali murid terhadap siswa kurang mampu, bantuan perantau Sungayang peduli pendidikan, dan zakat guru serta tata usaha sekolah.
Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Sumbar Ir Arkadius Dt. Intan Bano, MBA. MM, Kepala Dinas Pendidikan Drs H. Darisman, Camat Sungayang Drs Elvy Sandri, M,Si, unsur Muspika, Walinagari se-Kecamatan Sungayang, guru, komite dan wali murid. Nasrul Chaniago
Disebutkan Amrisman, kegiatan karantina ini untuk memudahkan mengontrol belajar siswa, menciptakan kedisiplinan siswa sehingga tidak terlambat mengikuti UN, menambah wawasan siswa dengan menghadirkan narasumber yang profesional dibidangnya.
" Siswa tidak ada lagi melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat, selesai ujian tidak lagi membahas materi yang telah diujiankan tapi membahas materi yang akan diujikan, serta siswa jauh dari gangguan luar yang bersifat negatif," tutur Amrisman.
Kegiatan Karantina ini, tambahnya, selalu memberikan hasil positif bagi siswa dalam menghadapi UN setiap tahunnya terutama mereka yang lulus di Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Amrisman juga menbeberakan, pada tahun ajaran 2009/2010 lalu siswa kita yang diterima PT sebanyak 63 orang atau sekitar 75 %, dan kita optimis pada tahun ini siswa yang lulus sebanyak 85 persen. Moto kita tetap menjadi terbaik dari yang baik di Tanah Datar.
Ketua Panitia Karantina Elyusri mengatakan untuk suksesnya acara tersebut dibutuhkan biaya sekitar Rp68 juta, bersumber dari iuran wali murid, subsidi silang wali murid terhadap siswa kurang mampu, bantuan perantau Sungayang peduli pendidikan, dan zakat guru serta tata usaha sekolah.
Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Sumbar Ir Arkadius Dt. Intan Bano, MBA. MM, Kepala Dinas Pendidikan Drs H. Darisman, Camat Sungayang Drs Elvy Sandri, M,Si, unsur Muspika, Walinagari se-Kecamatan Sungayang, guru, komite dan wali murid. Nasrul Chaniago
Tidak ada komentar:
Posting Komentar