Jumat, 15 April 2011

Meisa Pengidap Penyakit Kelainan Jantung Butuh Bantuan...........


Bupati Tanah Datar diwakili oleh Kepala Dinas Sosnaker Sri Lestari, kemaren, kamis (14/04), menbezuk Meisa Faradila (10 tahun) warga  Jorong Tuangku Lareh Nagari Tigo Jangko Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar pengidap penyakit kelainan jantung.  
Meisa Faradila anak dari pasangan Alifudin ( 33 Th) dan Meisa Veriani (31 Th) menderita penyakit kelainan jantung itu diketahui sejak berusai 3 tahun.  " ia diketahui mengidap penyakit kronis ini sejak berusia 3 tahun, setiap sakit bibirnya menbiru dan mukanya pucat, apalagi kalau ia sudah kelelahan, nafasnya sesak" ungkap Alifudin
Sri Lestari yang didampingi Kabag Humas Setda Tanah Datar Desrizal, SE, dan Dr.Yesrita.Z  dari Dinas Kesehatan, serta juga ikut Sum Sum Yorda Kasi Dinas Sosnaker diterima oleh Wali Nagri Tigo Jangko Naumar rajo Manangah . 
Disaat menbezuk, kondisi kesehatan Meisa Faradila masih terlihat kurus dan bibirnya agak membiru. Orangtuanya menceritakan Meisa sejak berumur dua bulan sudah mulai sakit-sakitan, dan selalu dibawa berobat ke Puskesmas, alhamdulillah dengan pertolongan medis Meisa sembuh.  
Namun, sakitnya sering kambuh dan itu membuat pertumbuhan fisiknya terganggu, Meisa terlihat kurus dan letih tidak seperti anak-anak lainnya.  Setelah berumur 3 tahun kondisi Meisa semakin mencemaskan, apabila sedikit saja letih Meisa langsung sakit dan bibirnya membiru.  
Melihat kondisi demikian, Veriani semakin khawatir dan selalu konsultasi dengan pihak Pukesmas, penyakit yang diderita anaknya. ia dianjuran oleh dokter Puskesmas sebaiknya Meisa  (anaknya-red) dibawa berobat ke RSU M.Ali Hanafiah Batusangkar.  Anjuran itu ia turuti, namun pihak RSU Batusangkar itu, kembali menyarankan agar anaknya dibawa berobat ke RSU M Djamil Padang.Semua saran dan anjuran itu ia turuti agar anaknya cepat sembuh, namun yang jadi kendala, masalah biaya. 
Diakuinya, ia termasuk kategori keluarga kurang mampu, namun tidak tercatat sebagai peserta Jamkesmas .  Sebab, ia dan keluarga baru menetap dikampung pada tahun 2008 lalu.  Sebelumnya , ia dan keluarga  merantau ke Pekanbaru. 
Setelah menperoleh surat SKTM (Surat Keterangan Tidak mampu) serta mengantongi rekomendasi dari Dinas Sosnaker Tanah Datar, ia menbawa anaknya ( Meisa Faradila-red)  berobat ke RS.M.Djamil Padang.  Dari hasil pemeriksaan dokter RS M Djamil Padang, ia disarankan untuk menbawa  Meisa berobat  ke  Jakarta agar bisa dioperasi. 
Mendengar saran itu, ia menangis terisak-isak, jangankan membawa berobat ke Jakarta, untuk biaya mengantarkan ke Padang saja sudah menghutang kesana sini, keluh Veriani. mendengarkan keluhan ini, Sri Lestari berjanji akan menperjuangkan agar Meisa dapat diobati dan dioperasi.
Pada kesempatan itu, Sri Lestari juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat dan para perantau Lintau Buo yang mempunyai penghasilan lebih untuk ikut merasakan penderitaan anak ini, agar penderitaan yang dialaminya dapat disembuhkan.
disebutkannya, hasil diagnosa dari RS.M.Jamil Padang, benar anak ini menderita kelainan jantung (jantung bocor) dan disarankan oleh Dr. Didik untuk dapat dioperasi di Jakarta. Biaya yang diperlukan untuk biaya operasi dan biaya pendamping kedua orang tuanya cukup besar, perlu dukungan dari semua pihak, baik masyarakat, perantau dan Pemda sendiri.
Sri Lestari berjanji akan melaporkan kondisi Meisa dan keluarganya kepada Bupati Tanah Datar, apa langkah yang akan diambil, sehingga anak dari keluarga kurnag mampu ini cepat sembuh dan dapat beraktifitas seperti anak-anak yang lain.Nasrul Chaniago

Tidak ada komentar: