VISI TANPA EKSEKUSI ADALAH
Kamis, 09 Februari 2012
Batusangkar, KP.
Mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2013 diperlukan dana dan investasi sebesar Rp 1,340 triliun. Namun, karena ini adalah permasalahan daerah, bukan hanya pemerintah daerah yang memikirkan, tetapi juga dibutuhkan peran swasta untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran didaerah.
Hal ini Dikemukan Oleh Ketua Pedamping SKPD H Adrion Nurdal ketika menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Tarab tahun 2013, di Aula kantor wali nagari setempat, Senen (06/2) kemaren.
Menurut Adrion Nurdal, dana pemerintah daerah yang ada hanya sebesar 238 miliar, atau sektar 25 % dari total dana yang diperlukan tersebut. Karena keterbatasan dana tersebut, Tentu kita harapkan ada investasi atau bantuan dari pihak swasta. Sehingga angka pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan.
“ investasi dan peran swasta sangat diharapkan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran dan kemiskinan didaerah ini”, ujar Staf Ahli bupati ini.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan karena masih adanya kekurangan- kekurangan pada musrenbang sebelumnya, pemerintah daerah telah mengambil inisiatif dengan menperbaiki sistem musrenbang pada tahun ini. Sehingga hasilnya tepats sasaran dan cepat guna.
“ penyempurnan hasil musrenbang, karena masih ada kekurang- kekurangan pada musrenbang sebelumnya, agar hasil musrenbang terintegrasi dan terkordinir, dihadiri SKPD yang berhubungan erat dengan pembangunan nagari, dan anggota DPRD asal daerah pemilihan”, sebut Adrion.
Wali Nagari Padang Laweh KH Dt Pengulu Marajo menyebutkan tujuan utama diselenggarakannya Musrenbang ini, agar pelaksanaan program pembangunan dinagari bisa teraplikasi dengan cepat.
Karena keterbatasan keuangan daerah, ia berharap kepada masyarakat untuk mengusulkan kegiatan – kegiatan pembangunan dan sosial yang terjangkau dan berkaitan dengan program daerah, provinsi, dan pusat.
KH Dt Pengulu Marajo menjelaskan, semua stakeholder yang ada di Nagari ini diundang untuk ikut serta memikirkan dan merumuskan apa saja program pembangunan dan kegiatan sosial yang akan diusulkan. Dari berbagai program dan kegiatan yang masuk dari usulan nagari perlu dibuatkan skala prioritas dengan pemilahan program dan kegiatan yang diusulkan.
Sementara itu, Camat Sungai Tarab Syahril, S,Sos berharap melalui musrenbang ini muncul skalarioritas untuk diusulkan ke tingkat kecamatan. Kalau bisa usulan yang diusulkan tersebut untuk pemerataan pembangunan ditingkat nagari. “ usulan yang diusulkan bukan untuk kepentingan individu dan kelompok, tetapi kepentingan nagari atau kebutuhan masyarakat nagari” jelas Syahril.
Pada kesempatan itu, Syahril juga berharap kepada anggota DPRD Tanah Datar yang hadir, agar menfasilitasi pembangunan pondok pesantren yang dibangun oleh H Yusrial Minang Record di Nagari Padang Laweh.
Anggota DPRD Asal Daerah Pemilihan (Dapil) II Tanah Datar yang hadir pada Musrenbang tersebut, berharap kepada masyarakat yang mengikuti musrenbang untuk mengusulkan usulan yang berkualitas, terukur, dan terarah, serta berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Sehingga usulan tersebut bisa teralisasi dengan secepatnya.
Anggota DPRD Dapil II yang hadir pada musrenbang tersebut, yakni Nurhamdi Zahari (Wakil Ketua DPRD Tanah Datar), Y Dt Putih, Yusnelli, Kardiman, M Syukur, Dedi Admon, dan Irman.
Turut hadir pada Musrenbang tersebut, SKPD terkait, Muspika, PPL Padang Laweh, Kepala Sekolah SD 06 dan 29 Padang Laweh, Pimpinan TK Ihsan Padang Laweh, Pimpinan Pustu Padang Laweh, Ketua BPRN dan anggota, KAN, LPM, Lembaga Unsur, Pengurus Kelompok Tani, serta Tokoh masyarakat. (236)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar