Jumat, 06 Januari 2012

Batusangkar, KP. Tim formatur yang akan membentuk kepengurusan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia ( PPSKI ) Provinsi Sumatera Barat, berhasil dibentuk pada rapat pertemuan yang digelar, di Hotel Pagaryuyung I Batusangkar, Kamis (05/01) kemaren. Rapat yang dipimpin Edison Mansur dan Syafril, dihadiri puluhan peternak, tokoh masyarakat, dan unsur perguruan tinggi, disepakati menunjuk tujuh orang sebagai tim formatur. Mereka yang ditunjuk sebagai tim Formatur tersebut, Edison Mansur sebagai ketua, Syafril ( Sekreataris ), dan lima orang anggota, terdiri dari Nasrulah, Bustanul Arifin, Mairizal, Elfadli, dan Reswen. Tim formatur ini dalam waktu dekat mengadakan rapat untuk membahas sekaligus membentuk kepengurusan DPD PPSKI Sumbar periode 2012-2015. Menurut Edison, organisasi PPSKI didirikan di Lembang Bandung pada 7 April 1976 yang saat itu bernama PPSI. Dimana kepengurusan DPP PPSKI periode 2009-2014 saat ini dipimpin Ketua Umum Teguh Boedyana dan Sekjen Rochhadi Tawaf. Sedangkan tujuan dari organisasi ini untuk menperjuangkan aspirasi para peternak sapi dan kerbau Indonesia.“ PPSKI adalah organisasi kemasyarakatan dalam bentuk organisasi profesi fungsional yang tidak terikat kepada suatu organisasi kekuatan sosial politik atau organisasi massa manapun,” tutur Edison. Anggota PPSKI, tambahnya, merupakan warga negara Indonesia yang terdiri atas peternak, ilmuwan, tokoh masyarakat dan instansi terkait yang berminat serta menyetujui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PPSKI. Secara nasional, Sebut Edison baru enam DPD PPSKI yang terbentuk. Untuk itu, ia mengharapkan kerja keras tim formatur untuk segera membentuk DPD PPSKI Sumbar. Pihaknya akan berupaya merangkul para ahli, pakar, tokoh masyarakat, dan peternak yang mendedikasikan hidupnya di bidang peternakan. Ditempat yang sama, Sekretaris Formatur Syafril mengatakan wilayah Sumbar mempunyai potensi besar untuk pengembangan peternakan sapi atau kerbau.“ Peternak kita sebagian besar tinggal di pedesaan dengan taraf hidup dibawah garis kemiskinan. Untuk itu mereka perlu ditingkatkan kesejahteraannya dengan usaha ternak yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tutur dia. Menurut Anggota DPRD Tanah Datar ini, dalam sistem agribisnis peternakan, para peternak harus menjadi pemeran utamanya dengan upaya sungguh-sungguh dan kerja keras meningkatkan keterampilannya menuju peternak yang handal, tangguh, dan mandiri.“ Organisasi PPSKI ini akan membuat para peternak kita berperan aktif dalam pembangunan nasional di sektor peternakan, meningkatkan taraf hidup mereka, dan memperjuangkan hak-hak serta kepentingan peternak,” ucap Syafril. 236

Tidak ada komentar: