Sebanyak Lima Siswa SMAN 3 Batusangkar yang diterima melalui jalur test ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan tinggi Negeri ( SNMPTN) tahun 2011 butuh bantuan dari Pemkab Tanah Datar. Bantuan itu diharapkan agar dapat meringankan biaya yang harus dikeluarkan saat pendaftaraan pertama. Kelima Siswa tersebut adalah, Fitra Alghazali, roni Saputra, Ijra Mayora, Hafid Vezanda, dan Nurhabiba Edriana. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 3 Batusangkar Drs Rosfairil kepada Koran Padang, Selasa (05/07) kemaren, di ruang kerjanya.
Menurut Rosfairil, kelima siswa tersebut sangat menbutuhkan bantuan dari Pemkab Tanah Datar, agar dapat melanjutkan pendidikannya. Sebab, biaya yang dibutuhkan sangat besar, dan mereka tidak mampu. Seperti, Fitra Alghazali yang diterima pada Fakultas MIPA ITB Bandung. Biaya yang dibutuhkan untuk uang masuk pertama sebesar Rp 40 juta, dan ia harus registrasi pada tanggal 23 Juli 2011 ini. " meski orang tuanya sudah menyediakan uang untuk melanjutkan pendidikannya, namun masih kurang dari biaya yang harus dikeluarkan pada masuk pertama itu sebesar Rp 40 Juta. sangat diharapkan sekali bantuan dari Pemkab Tanah Datar, agar ia bisa melanjutkan pendidikannya", Tutur Rosfairil.
Senada juga disampaikan Fitra Alghazali kepada Koran Padang, Selasa 905/07) kemaren, di SMAN 3 Batusangkar, ia butuh bantuan dari Pemkab Tanah Datar agar bisa menbayar uang masuk pertama sebesar Rp 40 juta. karena, uang yang ada saat ini, tidak mencukupi untuk bisa masuk di ITB. " kendala saya masalah biaya, mudah- mudahan ada bantuan dari Pemkab, meski ada simpanan, tapi tidak mencukupi untuk biaya masuk pertama" terang fitra Alghazali.
Dikemukannya, meski orangtuanya pegawai TU disalah satu SMP di Kota Batusangkar, namun ia sangat berharap sekali bantuan tersebut. Karena, tanpa adanya bantuan itu, ia yakin tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Sebab, orangtuanya tidak mampu untuk mengeluarkan biaya sebesar itu.
Begitu juga, Roni Saputra yang diterima pada Fakultas Hubungan Internasional di UNPAD Bandung, Kepada koran Padang juga mengeluhkan hal yang sama, dan mengharapkan bantuan dari Pemkab Tanah Datar. Agar ia bisa melanjutkan pendidikannya. " saya harus menyediakan uang masuk sebesar Rp 6 Juta, dan harus disetorkan terakhir pada tanggal 17 Juli 2011 ini. Namun, uang tersebut belum ada, sebab orangtuanya tidak mampu" ungkap Roni Saputra.
Dikatakannya, seharusnya, pada hari ini ia harus berada di UNPAD untuk menghadiri pertemuan dengan pihak kampus, karena tidak ada biaya untuk keberangkatan ke sana, ia tidak bisa hadir. Untuk itu, putra kedua pasangan Salman - Syafrida ini sangat berharap bantuan dari Pemkab Tanah Datar, sebab orangtuanya sehari- hari bekerja sebagai petani upahan di Nagari Tanjung Alam. " saya butuh bantuan uang masuk pertama sebesar Rp 6 Juta dari Pemkab, karena orangtua saya tidak mampu" harapnya.
Sama halnya dengan Ijran Mayora yang diterima di Fakultas Teknik Mesin UNDIP Semarang. ia menbutuhkan biaya sebesar Rp 14 juta buat uang masuk pertama. Sedangkan uang yang ada, baru sebesar Rp 6 juta, itu hasil dari penjualan sepeda motor orangtuanya. Ia berharap kepada Pemkab Tanah Datar, agar menbantu kekurangan biaya tersebut. " uang yang harus disetor untuk biaya masuk pertama sebesar Rp 14 Juta, sekarang uang yang ada baru Rp 6 Juta, hasil dari penjualan sepeda motor oranguanya. saya berharap Pemkab mau menambah kekurangan biaya tersebut" harapnya.
Hal yang sama, Kata Rosfairil, mungkin dialami juga oleh Hafid Vezanda yang diterima di Fakultas Kedokteran UNJA, serta Nurhabiba Edriana yang diterima di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. " Hafid Vezanda harus menyediakan uang sekitar Rp 75 juta untuk biaya uang masuk pertama. Dan Nurhabiba Edriana juga harus menyediakan uang sekitar Rp 90 juta" Urai Rosfairil. 236
Tidak ada komentar:
Posting Komentar