Kelompok Tani ( Keltan) Oriza Sativa Nagari Lima Kaum dinilai oleh Tim penilai Lomba intensifikasi Padi Sawah Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Selasa (31/05) Kemaren, di Hamparan Sawah Keltan Jorong kubu Rajo Nagari Lima Kaum. Dinilainya Keltan Oriza Sativa, setelah menperoleh peringkat I, dan sekaligus mewakili Kabupaten Tanah Datar pada penilaian tingkat provinsi.
Keltan yang berdiri pada tahun 2005 ini, sangat optimis dapat meraih prestasi atau menjadi yang terbaik di tingkat provinsi dan siap untuk maju ketingkat nasional. “ kami siap menjadi yang terbaik di tingkat propinsi dan maju ketingkat nasional” ungkap Ketua Keltan Oriza Sativa Syahrul Kepada Koran Padang di Lokasi penilaian, Selasa (32/05) Kemaren.
Sebab, sejak tahun 2008, Keltan Oriza Sativa terus belajar dan berbuat dalam berusaha tani. Seperti pengolahan tanah yang baik, dan sempurna, pemakaian bibit unggul, tanam benih umur muda, jarak tanam, pemakaian pupuk organic, penghematan pemakaian air , dan penegndalian hama, kata Syahrul.
Terbukti, saat ini anggota kelompok dan petani sudah memanfaatkan jerami sebagai kompos dan tidak lagi menbakarnya, serta mengembangkan kegiatan penangkar benih padi sawah. Malahan sejak tahun 2008, sudah dapat memenuhi kebutuhan benih untuk keltan di kabupaten Tanah Datar, bahkan permintaan dari luar terus meningkat, Sebutnya.
Selain kegiatan penangkar, Keltan kata Syahrul juga melakukan pemupukan modal kelompok dengan memungut simpanan anggota, berupa 20 gantang setiap 1 kali panen. Hasil pungutan itu dijadikan sebagai modal untuk menbiayai kegiatan kelompok.
Apalagi Padi Tanam Sabatang, sejak tahun 2008 hingga sekarang terus kami laksanakan, sebab kami tidak merasakan kesulitan. Disamping sudah memilik mesin untuk merajang jerami dan menjadikannnya kompos, kami juga mudah mendapatkan benih bermutu, karena kami penangkarnya, sebutnya .
Begitu juga masalah air kami tidak berebut sesame anggota, karena tidak memelurkan air yang banyak, dan anakan padi banyak, serta tangkai padi panjang, dan bulir banyak serta sedikit sekali yang hampa, dan hasil panen pun meningkat, tuturnya.
Malahan, katanya., gabahnya kami jual dengan harga mahal, Karena gabah yang dijual dalam bentuk benih berlabel biru yang berasal dari penangkar, serta punya mitra kerjasama dengan PT Pertani ( persero) dan PT SHS ( Persero).
Sementara itu Tim Penilai lomba Intensifikasi Tingkat Provinsi Evaliana Anwar kepada Koran Padang mengatakan, dari 19 Kab/ Kota di Sumatera Barat, hanya 9 Kab/kota yang mengajukan Keltan didaerahnya untuk di verifikasi. Mungkin tidak ada Keltan yang diunggulkan, maka daerah tersebut tidak mengajukan.
Dikatakannya, penilaian terbagi dua tim, yakni Tim penilai Intensifikasi dan Tim Penilaian kemitraan. Dimana Keltan peraih peringkat I akan diajukan ketingkat nasional, unutk dinilai oleh Tim Penilai dari tingkat Nasional nantinya. Sedangkan hasil penilaian akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus dalam upacara peringatan Hut Kemerdekaan RI, dihalaman Kantor Gubernur Sumbar.
Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten III Setda Tanah Datar Drs Hardiman dalam kata sambutannya, mengatakan loma adalah salah satu alat untuk menilai sejauhmana partisipasi dan kerjasama kelompok didalam mengelola usaha tani serta sejauh mana pemanfaatannya bantuan yang telah diterima.
Dikatakan Hardiman, dengan adanya penilaian ini, menambah semangat dan termotivasi untuk mengelola usaha taninya, agar lebih baik lagi. “ saya yakin, kalau kita melaksanakannya dengan baik dan niat yang ikhlas akan dapat hasil yang lebih baik” terang Hardiman.
Hadir dalam penilaian itu, Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari, beserta Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Tanah Datar, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Ir Edi Arman, Camat Lima Kaum Hernita, Z, Wali Nagari Lima Kaum, dan Pengurus dan Anggota Keltan Oriza Sativa. Nasrul Chanigo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar