Jumat, 06 Mei 2011

Perpisahan MTsN Batusangkar

Sebanyak 218 siswa Kelas 9 Madrasah Tsanawiyah Negeri ( MTsN ) Batusangkar secara resmi dikembalikan orang tuanya oleh pihak sekolah, setelah ke 218 siswa tersebut usai mengikuti pendidikan selama tiga tahun.

Pengembalian siswa ke orang tuanya, dilaksanakan dalam acara perpisahan yang dilaksanakan MTsN Batusangkar, di Hotel Pagaruyung 2, yang dihadiri Staf Ahli Bupati Tanah Datar Irsal Very Idrus, Dt Lelo Sampono, SH, Kepala Kanmenag Tanahdatar diwakili Ali Nardius, Camat Limo Kaum Hernita Z, unsur Muspika, Ketua Komite Bustami Nurdin, Kepala Sekolah MTsn Drs Yulisman, serta seluruh orang tua wali siswa termasuk siswa Kelas 7 dan 8 MTsN Batusangkar lainnya.

Setelah tiga tahun bersama kami, maka hari ini secara resmi kami kembalikan amanah tersebut kepada orangtua siswa," ucap Kepala MTsN Batusangkar Drs. Yuliasman kepada walimurid di Hotel Pagaruyung Dua Batusangkar, Kamis (5/5).

Yuliasman menyebut selama tiga tahun orangtua telah memberikan amanah kepada sekolah untuk menjadikan anaknya berprilaku baik, berakhlak mulia, sholeh dan berhasil menimba ilmu dengan lulus ujian akhir.

"Sebanyak 568 siswa MTsN Batusangkar, khususnya 218 siswa kelas 9, kita telah berupaya sungguh-sungguh melakukan proses belajar mengajar, mendidik akhlak, melatih, dan praktek siswa," tutur Yuliasman.

Selain itu, sukses pelaksanaan Ujian Nasional (UN) telah ditempuh berbagai program kegiatan seperti belajar tambahan, membahas mata pelajaran standar UN, mengelompokan siswa, dan penanganan khusus bagi siswa yang menghadapi kendala dalam belajar.

"Untuk kita harapkan para siswa memiliki sikap yang baik, keterampilan banyak, pintar, kecerdasan meningkat, akhlak dan prilakunya baik," tutur Yuliasman.

Staf Ahli Bupati Irsal Very Idrus mengharapkan pendidikan berbasis karakter dapat diterapkan di setiap sekolah. Pendidikan karakter bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI sebagai pilar kebangkitan bangsa.

Pemerintah Daerah mengajak para pemangku kepentingan pendidikan terutama kepala sekolah dan guru dapat memberikan perhatian kepada peserta didik dalam menumbuhkan pola pikir yang berbasis kasih sayang.

Sementara Ketua Komite MTsN Batusangkar Bustami Nurdin mengharapkan agar siswa yang lulus UN nantinya tidak melakukan aksi coret-coret baju sekolah. Menurutnya hal itu termasuk kegiatan mubasir dan berlebihan sehingga dapat dikatakan bersikap sombong. Nasrul Chaniago

Tidak ada komentar: