Setelah lama terbebas dari wabah flu burung, Kabupaten tanah Datar kini kembali waspada terhadap ancaman virus H5N1 ini menyusul ditemukannya puluhan ayam mati mendadak di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Limo Kaum sebanyak 228 kasus, Sungai Tarab 46, Rambatan 2, Sungayang 21, Tanjung Emas 569, Lintau Buo Utara 639 dan Lintau buo 280.
Dari hasil Rafid Test yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar ayam-ayam mati tersebut positif terinfeksi virus H5N1. " Sampai saat ini sudah 1.782 ekor ayam yang mati mendadak di tujuh kecamatan. Setelah dilakukan tes, ayam tersebut dinyatakan positif flu burung," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Tanah Datar, Elizabeth.
Beruntung, sampai saat ini belum ditemukan kasus flu burung pada manusia. Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus H5N1, Dinas Peternakan Kabupaten Tanah Datar langsung melakukan langkah-langkah antisipatif, di antaranya pemusnahan total ayam yang berada satu kandang dengan ayam-ayam yang mati mendadak. " Kami juga harapkan para peternak di wilayah lain agar menjaga kebersihan kandang unggasnya sebagai pencegahan," tutur Elizabeth. .
Elizabeth yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar dr. Desnalita menyebut dari tujuh kecamatan yang terserang flu burung, Kecamatan Lintau Buo Utara paling tinggi jumlah kasusnya yakni sebanyak 639 kasus, kemudian menyusul Kecamatan Tanjung Emas sebanyak 559 kasus.
" Terhadap tingginya kasus flu burung tersebut kita menghimbau pemilik unggas terutama ayam kampung untuk memelihara kebersihan kandang dan ayam yang masih sehat untuk dikandangkan saja atau tidak dilepas di lapangan," ucap Elizabeth.
Kepala Dinas Kesehatan Desnalita mengharapkan masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada mengkonsumsi ayam dan telur dengan memasaknya dengan suhu diatas 80 derajat celcius selama satu menit atau 60 derajat selama lima menit. " Jangan khawatir mengkomsumsi ayam dan telur, bila dimasak sesuai ketentuan maka dapat terhindar dari serangan virus flu burung," tutur Desnalita.
Meski belum ada masyarakat Tanah Datar yang suspect flu burung, Desnalita mengharapkan bila ada terkena penyakit flu secara mendadak dengan suhu tubuh diatas 38 derajat, sesak nafas, nyeri sendi, dan pernah kontak dengan unggas yang terkena flu burung, untuk segera dirawat intensif. " Bila ada warga terkena suspect flu burung, maka harus ditangani sesuai prosedur tetap dan dirawat intensif di dua rumah sakit yakni RS Ahmad Muchtar Bukittinggi dan RS M. Djamil Padang," tutur Desnalita. Nasrul Chaniago.
Dari hasil Rafid Test yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar ayam-ayam mati tersebut positif terinfeksi virus H5N1. " Sampai saat ini sudah 1.782 ekor ayam yang mati mendadak di tujuh kecamatan. Setelah dilakukan tes, ayam tersebut dinyatakan positif flu burung," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Tanah Datar, Elizabeth.
Beruntung, sampai saat ini belum ditemukan kasus flu burung pada manusia. Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus H5N1, Dinas Peternakan Kabupaten Tanah Datar langsung melakukan langkah-langkah antisipatif, di antaranya pemusnahan total ayam yang berada satu kandang dengan ayam-ayam yang mati mendadak. " Kami juga harapkan para peternak di wilayah lain agar menjaga kebersihan kandang unggasnya sebagai pencegahan," tutur Elizabeth. .
Elizabeth yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar dr. Desnalita menyebut dari tujuh kecamatan yang terserang flu burung, Kecamatan Lintau Buo Utara paling tinggi jumlah kasusnya yakni sebanyak 639 kasus, kemudian menyusul Kecamatan Tanjung Emas sebanyak 559 kasus.
" Terhadap tingginya kasus flu burung tersebut kita menghimbau pemilik unggas terutama ayam kampung untuk memelihara kebersihan kandang dan ayam yang masih sehat untuk dikandangkan saja atau tidak dilepas di lapangan," ucap Elizabeth.
Kepala Dinas Kesehatan Desnalita mengharapkan masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada mengkonsumsi ayam dan telur dengan memasaknya dengan suhu diatas 80 derajat celcius selama satu menit atau 60 derajat selama lima menit. " Jangan khawatir mengkomsumsi ayam dan telur, bila dimasak sesuai ketentuan maka dapat terhindar dari serangan virus flu burung," tutur Desnalita.
Meski belum ada masyarakat Tanah Datar yang suspect flu burung, Desnalita mengharapkan bila ada terkena penyakit flu secara mendadak dengan suhu tubuh diatas 38 derajat, sesak nafas, nyeri sendi, dan pernah kontak dengan unggas yang terkena flu burung, untuk segera dirawat intensif. " Bila ada warga terkena suspect flu burung, maka harus ditangani sesuai prosedur tetap dan dirawat intensif di dua rumah sakit yakni RS Ahmad Muchtar Bukittinggi dan RS M. Djamil Padang," tutur Desnalita. Nasrul Chaniago.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar