VISI TANPA EKSEKUSI ADALAH
Rabu, 07 Maret 2012
Batusangkar,KP.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengharapkan material yang berada dilokasi Galodo Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuh Selatan dikeruk. Sehingga kemungkinan terjadi bencan susulan bisa teratasi, apalagi jika terjadi hujan, aliran air tidak terganggu.
" penanganan yang harus dilakukan bagaimana mengupayakan batu dan pasir yang berada dilokasi galodo bisa dikeruk dengan alat berat. Jika terjadi hujan, aliran air tidak terganggu. Jika ada batuan atau kayu yang besar, bisa menyebabkan munculnya galodo susulan", demikian disampaikan Gubernur kepada wartawan ketika meninjau lokasi bencana banjir bandang Padang Laweh Malalo, Sabtu ( 3/3) kemaren.
Turut mendampingi Gubernur, Kepala PSDA Sumatera Barat Ali Musri, dan Kepala BPPD Sumatera Barat Yazid, Wakil Bupati Tanah Datar Hendri Arnis, Dandim 0307 Letkol Inf Chandra Wirawan, Wakapolres Tanahdatar Kompol Syafnil, Kepala BPBD Altri Suwandi, pimpinan SKPD terkait lainnya, dan Camat Batipuh Selatan Yusnen.
Menurut Gubernur untuk melakukan pengerukan batu-batu yang cukup besar dan bongkahan material, perlu dilakukan segera. Malahan ia sudah meminta Kepala Dinas PSDA Sumbar untuk segera mengirimkan alat berat. Jika tidak ada, peralatan itu bisa disewa. Sehingga kita bisa dengan segera melakukan upaya pembersihan material galodo.
Sebab, jika penangganannya lamban bisa mengganggu aktivitas warga setempat. Seperti sarana jalan atau sarana lain yang tertimbun oleh material longsor. Apalagi jika terjadi hujan, maka akan ikut mempengaruhi jalannya air, ujar Irwan Prayitno.
Kemungkinan akan terjadinya banjir susulan, Irwan menyarankan perlu dibentuk tim untuk menyelusuri bukit aliran air sungai tersebut. Siapa tau masih ada batu- batuan yang cukup besar dan juga akan membawa dampak jika terjadi longsor. Disamping itu, kita perlu terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat, agar masyarakat tetap siaga kalau banjir bandang atau galodo terjadi lagi.
" saya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Tanah Datar yang telah melakukan penanganan dan langkah-langkah yang tepat dalam membantu masyarakat. Sehingga bisa mengatasi trauma masyarakat. Dan kepada masyarakat, saya mengajak untuk menerima musibah atau ujian ini, karena murni musibah dan tidak ada sedikit ada indikasi ilegal loging" sebut Gubernur.
Malahan kata Gubernur musibah ini, ada pengaruh tofografi alam setelah terjadinya gempa bumi berapa tahun lalu, yang menyebabkan keretakan tanah dan tebing yang terjal dibukit patah gigi tersebut.
Berkaitan dengan sawah warga yang tertimbun longsor, kata Gubernur pemerintah daerah akan mengganti biaya kerugian tanaman padi yang terkena puso, termasuk areal perkebunan yang terkena akan dibantu bibit gratis dan biaya tanaman hingga perawatan. Sedangkan untuk Mushalla yang runtuh, Gubernur mengharapkan adanya bantuan dari pihak ketiga atau para donatur untuk menbangun kembali.
Sementara itu Wakil Bupati Tanah Datar menyampaikan rasa gembiranya atas kunjungan Gubernur Sumbar kelokasi bencana. Sebab, dengan kehadiran Gubernur dapat memberikan memotivasi warga dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam tersebut.
Pada kesempatan itu, Wabup juga menyebutkan akibat bencana banir bandang tersebut, ditotal kerugian sekitar Rp 47,525 miliar. Diantaranya, rumah penduduk/sarana umum Rp 847,1 Juta, jalan 4 ruas Rp 815,138 juta, irigasi 14 unit Rp 3,552 miliar, Sungai rusak berat 4 buah Rp 42 miliar, kolam air deras hancur rp 28 juta, kolam air tenang hancur Rp 21 juta, Pukek/jaring rusak Rp 4 juta, sawah hancur 19 Ha Rp 228,8 juta, dan areal perkebunan hancur 7 Ha Rp 56 juta. (236)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar