Selasa, 28 Februari 2012

Batusangkar, KP. Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Tanah Datar, Minggu (26/2) sekitar pukul 22.45 WIB, tepatnya di Jorong Tangah Duo Puluah Nagari Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuh Selatan. Peristiwa bencana alam tersebut mengakibatkan dua mushalla hancur, jalan lingkar di Jorong Padang Parak putus, sedikitnya 25 Hektar areal persawahan terendam lumpur, dan sekitar 15 Hektar areal perkebunan tertimpa kayu dan batu, serta satu unit mobil tertimbun lumpur. Jumlah kerugian akibat dari bencana ini belum dapat kita perkirakan, karena tim masih melakukan pendataan. " Batu dan kayu cukup besar bercampur lumpur yang jatuh dari atas Bukit Patah Gigi Malalo mengagetkan masyarakat Jorong Tangah Duo Puluah, Serta suara gemuruh yang semakin keras membuat warga keluar rumahnya untuk menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi" ujar salahseorang warga Jorong Duo Puluah kepada Wartawan dilokasi bencana. Sementara itu, Kepala BPBD Tanah Datar Drs Altri Suandi menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, saat ini sebanyak 26 Kepala Keluarga atau sekitar 82 warga terpaksa diungsikan dari lokasi bencana karena berada di tepi sungai. " Pemkab dibantu anggota Kodim 0307 Tanah Datar, dan Polres Padang Panjang saat ini tengah melakukan evakuasi warga yang berada di daerah rawan longsor, serta memberikan bantuan sosial berupa nasi bungkus dan matras tempat tidur. Dan Tim Teknis dari pemerintah daerah telah melakukukan pendataan ke semua lokasi warga dan melakukan peninjauan ke titik-titik sumber banjir bandang untuk diambil tindakan selajutnya" ujar Altri. Sekretaris Daerah Muzwar M bersama unsur Muspida dan pimpinan SKPD terkait lainnya sudah meninjau lokasi bencana dan berdialog dengan warga didampingi Camat Batipuh Selatan Yusnen. Sementara itu instansi lainnya sudah meninjau lokasi bencana menyatakan turut berduka dan memberikan bantuan berupa beras, sarden, mie instan, minyak goreng dan alat-alat kebutuhan memasak.(236)

Tidak ada komentar: