Minggu, 15 Januari 2012

Batusangkar, KP. Pisah sambut Ketua Pengadilan Agama (PA) Batusangkar dari Drs H Amridal SH, MA kepada Drs. H. M. Yunus Rasyid SH, Kamis (13/1) malam di Gedung Indo Jolito Batusangkar. Turut hadir pada acara pisah sambut tersebut, Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe, Muspida, Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Ramli Rizal, SH, dan Pimpinan SKPD, serta keluarga besar PA Batusangkar. H. Amridal yang pindah tugas ke PA Bangkinang merasa terharu, karena selama bertugas di Kabupaten Tanah Datar merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan didaerah lain. '' rasa kebersamaan dan kekompakan yang tinggi, sangat saya rasakan didaerah ini, dan Bupati selalu melibatkan Muspida pada setiap kesempatan”, ujarnya. Mudah-mudahan sebut Amridal, pejabat yang baru juga akan merasakan hal yang sama selama bertugas didaerah ini. Sehingga, tugas dalam menberikan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik dan maksimal. H. Amridal yang bertugas di Tanah Datar sejak Juli 2007, artinya sudah menjabat selama 4,5 tahun itu, telah memutus perkara sekitar 2.500 perkara. Kedepan, ia berharap angka perkara tersebut menurun. Karena, tidak ada orang yang menginginkan perceraian. Bupati Tanah Datar juga menyebutkan selama ini dalam menjalankan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan bisa berjalan lancar, tidak terlepas dari keterpaduan dan kekompakan kita semua, baik dikalangan Muspida, SKPD, dan Instansi Vertikal, serta dukungan yang besar dari seluruh masyarakat Tanah Datar. “ selaku pimpinan daerah, ia sangat merasakan sekali dukungan dan kekompakan dari unsur Muspida. Untuk itu saya ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Khusus kepada bpk Amridal beserta keluarga yang telah banyak berbuat di Tanah Datar, semoga ditempat yang baru akan lebih sukses” Sebut Bupati. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kesedihannya karena angka perceraian di Tanah Datar sangat tinggi, yakni sekitar 700 angka perceraian. Dan ini merupakan angka tertinggi kedua di Sumbar. Menurut Bupati, salahsatu dari penyebab tingginya angka perceraian tersebut, karena kurangnya tanggungjawab suami terhadap istri dan anak, itupun sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh Ketua PA Batusangkar tadi. “ Kedepan, mari kita sadari bersama dan berikan penyuluhan kepada masyarakat terhadap hidup berumah tangga. Meski PA sudah berupaya untuk memberikan nasehat terhadap pasangan yang akan bercerai. Namun, peran Ninim Mamak dan Alim Ulama sangatlah diharapkan untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada anak kemenakan” Imbau Bupati. (236)

Tidak ada komentar: