Jumat, 09 Desember 2011

Batusangkar, KP. Sungguh menyedihkan derita yang dialami Aris Mulyana (15) warga Jorong Sitakuak Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, erangan rasa sakit di bahagian dadanya seakan tidak sanggup dia tahan. Anak ke empat dari pasutri Awal Asri (51) dan Nurbayan (45) ini di diagnosa dokter menderita kelainan jantung bawaan dan harus segera dioperasi yang menelan biaya yang sangat besar. Dan hal ini menjadi kendala yang sangat besar oleh keluarga buruh kasar ini. Ketika wartawan berkesempatan menyambangi Rumah Sakit Dr. Hanafiah Batusangkar, rabu 08/12 lalu, terlihat anak bocah yang hanya berpendidikan sampai kelas IV SD ini terlihat tidak henti – hentinya meringis menahan sakit dari atas tempat tidur di ruangan ICU rumah sakit dan terlihat bibir serta kuku yang membiru. Dari keterangan ayah Aris sendiri, walaupun sudah berumur 15 tahun, namun hari kehari berat badannya semakin menurun, tubuhnya semakin kurus dan kini tinggal hanya kulit pembalut tulang. “Setiap hari Aris hanya mampu tidur dan mengeluhkan rasa sakit dibagian dadanya, dan yang kami sayangkan jika berjalan sekitar 7 atau 8 meter tubuhnya akan kejang dan membiru,” cerita Awal sedih. Aris lanjut Awal, tergolong cukup kuat. Sampai umurnya 15 tahun ini dia masih bisa bertahan dengan penyakitnya yang semakin hari semakin mengkuatirkan. Dan penyakit yang diderita Aris ini diketahui sekitar 14 tahun yang lalu. Saat itu kalau Aris kecil banyak bergerak tubuhnya akan membiru. “Memang penyakit ini sudah lama di deritanya, namun karena keterbatasan biaya, kami tidak membawa Aris berobat ke ahlinya lantaran tidak sanggup menanggung biaya berobat yang besar, karena kami berdua hanya bekerja serabutan sebagai penyabit rumput ternak yang kami jual Rp10 ribu perkarung,” cerita Awal yang setia menemani anaknya ketika sakit. Sore ini kamis 09/12, Aris sudah dirujuk ke Rumah Sakit Ahcmad Moctar (RSAM) Bukittinggi yang mendapat jaminan pengobatan dari pemerintah daerah Tanah Datar yang selama ini peduli dengan warganya, apalagi dari golongan seperti keluarga Awal. “Kami masih kuatir, apakah biaya yang ditanggung pemerintah ini sangup membiayai penyakit anak kami, sedangkan biaya untuk pengobatan penyakit Aris ini sangat membutuhkan biaya yang sangat besar,” kata Awal yang berharap bantuan dari masyarakat untuk kesembuhan anaknya. Penyakit yang di derita Aris Mulyadi, menurut kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Desnalita yang secara langsung menanggani rujukan Aris ke Bukittingi kepada wartawan mengatakan, cukup besar hidayah bagi anak ini, bayangkan sampai umur 15 tahun ini dia masih sanggup bertahan dengan penyakit yang seharusnya sudah ditanggani sejak dahulu. “Penyakit Aris ini merupakan penyakit kelainan jantung bawaan, karena sudah terasa sejak dia masih kecil, namun kita sayangkan seharusnya orang tua Aris sudah dari dahulu memberitahukan keadaannya ke pihak kesehatan, tapi mudah mudahan dengan adanya pengobatan biaya gratis bagi pasien ekonomi lemah ini Aris dapat pulih seperti yang diharapkan,” ujar Desnalita. Apapun yang disebutkan oleh pihak lain, kini masa depan bocah malang ini terancam, ia harus menjalani perawatan intensif di RSAM Achmad Moctar Bukittinggi, sementara keluarganya tidak mampu dan hanya mengandalkan surat jaminan kesehatan dari pemerintah. Melalui media ini Awal dan keluarga berharap ingin mengetuk hati para dermawan untuk membantu biaya, sehingga bisa dilakukan pengobatan terhadap bocah malang ini.236

Tidak ada komentar: