Sabtu, 02 Juli 2011

Butuh Jalan Alternatif Untuk Mengatasi Macet di Pasar Balai Tangah Lintau Buo Utara

Untuk mengatasi kemacetan di pasar Balai Tangah Kecamatan Lintau Buo Utara disaat hari pakan ( hari Kamis), dibutuhkan suatu jalan artenatif. Sebab, selain kondisi pasar yang sempit, juga pedagang banyak yang memakai badan jalan untuk berdagang. Sehingga, kendaraan yang melintas melalui pasar menuju Payakumbuh dan Batusangkar macet.

Hal ini dikemukan Camat Lintau Buo Utara Drs.Herison kepada Koran Padang, Kamis (30/06), kemaren, diruang kerjanya. " mengatasi kemacetan di pasar balai tangah disaat hari pakan, perlu dibangun suatu jalan alternatif. Agar, kendaraan yang melintasi balai disaat hari pakan menuju payakumbuh, bisa dialihkan ke jalan alternatif tersebut. sehingga tidak menbuat kemacatan" tuturnya.
Dikataknnya, jalan alternatif itu sangat penting dan dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan pada setiap hari pakan. Dimana kondisinya saat ini, sangat semrawut dan perlu pelebaran jalan. apalagi, badan jalan sudah ada, tinggal lagi pengaspalan. " kalau jalan ini telah selesai maka kemacetan pada hari pasar akan teratasi" Ungkapnya.
Disamping itu, Herison juga menyampaikan kepada para wali nagari agar dapat mengawasi masyarakat yang melakukan penebangan liar, terutama dikawasan hutan lindung. Meski, aparat penegak hukum sudah melakukan tindakan dan razia sampai kedalam hutan. Namun pencegahan itu tidak bisa hannya dilakukan oleh petugas saja tanpa didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu Wakil Bupati Tanah Datar Hendri Arnis ketika dikomfirmasikan Koran Padang diruang kerjanya, menghimbau seluruh masyarakat untuk selalu melestarikan hutan. Sebab, hutan adalah sumber kehidupan. " mari kita kelola hutan dengan baik dan jangan melakukan penebangan tanpa izin dari pihat terkait" Terangnya.
Serta, diharapkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga anak kemenakan dari segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh agama. " arahkan anak kemenakan kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif" imbaunya. Seperti, Gerakan Magrib mengaji yang telah dicanangkan Presiden untuk dapat kita dukung bersama, dan manfaatkan waktu magrib menjelang Isha untuk kegiatan mengaji, serta mematikan Televisi dan Radio pada jam tersebut, sehingga anak-anak kita lebih fokus untuk kegiatan Magrib Mengaji.

Pada kesempatan itu, Wabup juga menghimbau masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong ditengah-tengah masyarakat, serta rangkul para perantau untuk membangun kampung halaman. Sebab, partisipasi masyarakat sangatlah diharapkan untuk melaksanakan pembangunan, mari kita berlomba-lomba untuk membangun nagari masing-masing dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada.
" kita menyadari keterbatasan anggaran dalam APBD Tanah Datar belum mampu untuk mengakomodir seluruh usulan yang disampaikan masyarakat. Dengan keterbatasan tersebut pembangunan itu baru dapat dilaksanakan secara bertahap. Sebab, pelaksanakaan pembangunan dilakukan dengan skala prioritas yang diusulkan masyarakat melalui musyawarah pembangunan nagari" terangnya. 236.

Tidak ada komentar: