Kamis, 23 Juni 2011

Siswa Cerdas tapi Kurang Mampu Dibantu Dompet Dhuafa Singgalang

Dompet Dhuafa Singgalang menberikan bantuan pendidikan kepada dua siswa SD 17 Pagu- Pagu X Koto Kabupaten Tanah Datar untuk melanjutkan pendidikannya hingga tamat di SMART Excelencia Indonesia ( EI) Parung Bogor dan Pekanbaru. Kedua siswa yang menerima bantuan pendidikan tersebut, Dion Suryadi (12th) dan Ardasman (12th). Smart EI, yakni sekolah menengah berasrama, bebas biaya dan akseleratif (lima tahun SMP s/d SMA).

Mereka dilepas keberangkatannya oleh Bupati Tanah Datar M Shadiq Pasadigoe, didampingi Ketua DPRD Tanah Datar Zuldafri Darma, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar Drs Malikia, MA, serta Kepala Sekolah dan Majelis Guru SD 17 Pagu- Pagu, dan Orang Tua kedua siswa.

Menurut Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang Sumbar Musti Yendra didampingi Marketig dan Komunikasi Akmal Ahmad kepada Koran Padang, Rabu (23/06) kemaren, di Aula Kantor Bupati Tanah Datar mengatakan, bantuan yang diberikan kepada dua siswa tersebut, melalui program Smart EI Dompet dhuafa Singgalang tahun 2011 ini, dimana program itu diperuntukan bagi anak cerdas yang kurang mampu dari seluruh Indonesia.

“ Program ini sudah mulai sejak tahun 2004 lalu, telah ratusan siswa cerdas yang kurang mampu menikmati bantuan dari program Smart EI ini. Tahun 2011 ini, Sumatera Barat menbantu 7 siswa yang cerdas, tapi tidak mampu” tuturnya.

Dikatakanya, untuk menperoleh bantuan tersebut, siswa terlebih dahulu ditest oleh tim seleksi penerimaan bantuan tersebut. Test terdiri dari test tertulis, wawancara, dan psikotest. “ mereka terlebih dahulu di test kemampuanya, baik itu tertulis, wawancara, maupun psikotes, hasil test tersebut dikrim ke Smart EI Parung Bogor, dan keluar hasilnya”, ungkap Musti Yendra.

Sementara itu Bupati Tanah Datar sangat berterima kasih dengan dibantunya dua warganya oleh Dompet dhuafa Singgalang melalui program Smart EI tersebut. Sebab, persoalan yang sedang dihadapi masyarakatnya dalam menlanjutkan pendidikan, yaitu persolan pendanaan. “ persolan yang paling berat dalam dunia pendidikan, bukan kemauan anak maupun orang tua untuk melanjutkan pendidikan, tetapi persolan pendanaan” Ungkap Bupati.

Malahan pada tahun 2011 ini, Pemkab Tanah Datar mengalokasikan dana sebesar Rp 750 juta buat siswa yang kurang mampu diterima di perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur PMDK maupun jalur test SNMPT. “ ia yakin dana yang telah dialokasikan tersebut tidak mencukupi untuk menbantu siswa tidak mapu yang diterima di perguruan tinggi negeri, sebab, dana tersebut sudah tersalurkan sekitar Rp 300 juta buat Siswa tidak mampu yang diterima melalui jalur PMDK” sebut Bupati.

Begitu juga Ketua DPRD Tanah Datar Zuldafri Darma, sangat berterima kasih dibantunya warga Tanah Datar oleh dompet Dhuafa Singgalang melalui program Smart EI. Sebab, program ini sangat menbantu warganya dalam menyelesaikan pendidikan. 236

Tidak ada komentar: