Senin, 23 Mei 2011

hama Tikus Menganas, Panen Terancam......

puluhan hektar sawah siap panen di Jorong Piliang Kecamatan Lima Kaum terancam gagal, akibat diserang Hama tikus. diperkirakan petani mengalami kerugian separuh dari hasil panen sebelumnya. hal itu disampaikan Yasir Seorang petani yang lahannya banyak diserang hama tikus kepada koran ini, di Jorong Piliang Lima Kaum., Jum'at (20/05) kemaren.
“ Hamparan sawah belo dan hamparan sawah mengkudu merupakan lahan yang paling parah di serang hama pengerat ini, rata – rata petani disekitar daerah ini terancam gagal panen,” ungkap Yasir.
Disebutkannya, lahan yang digarapnya sekitar satu setenggah hektar, biasanya menghasilkan 1 ton gabah untuk saat ini mungkin tidak akan sampai 500 kilo gabah mengingat kondisi sawahnya yang rusak diserang hama tikus ini.
" Fenomena hama tikus yang semakin berbahaya ini sangat dikeluhkan oleh sebahagian petani yang ada di Jorong Piliang ini, padahal sebelumnya dinas terkait sudah pernah melakukan berburu tikus bersama di hamparan sawah ini. Dan rasanya petani disini sudah melakukan anjuran yang diberikan oleh penyuluh pertanian" terangnya.
namun, ia menilai kegiatan tersebut hanya seremonial belaka saja, sebab, racun pembasmi hama tikus itu yang digunakan saat buru bersama tersebut, merk Tiran susah didapat dari dinas pertanian, padahal kami disini mempunyai hamparan sawah yang cukup luas dan tidak seimbang dengan bantuan beberapa waktu lalu,” ujarnya yang juga Ketua Kelompok Tani Belo Tias.
" kami ( petani) sangat kesal, penangulangan hama tikus di Jorong Piliang waktu lalu terkesan tidak serius, buktinya saat ini masih juga merusak tanaman disekitar Jorong Piliang ini" kesalnya. kepada dinas terkait, ia berharap untuk serius menanggapi persolan ini, sebab, Jorong Piliang termasuk salah satu lumbung padi di Kabupaten Tanah Datar, apalagi mayoritas masyarakat masih mengantungkan hidup pada hasil tanaman padi. Nasrul Chaniago.

Tidak ada komentar: