Senin, 18 April 2011

Peningkatan perekonomian masyarakat miskin, tahun 2011 ini, Sumbar mendapatkan dana senilai Rp26,2 miliar dari kementerian Sosial RI.

Guna meningkatkan perekonomian masyarakat miskin, pada tahun 2011 ini, Sumbar mendapatkan dana senilai Rp26,2 miliar dari kementerian Sosial RI. Dana tersebut, digunakan untuk penanggulangan kemiskinan, serta bantuan untuk lansia dan masyarakat cacat berat.
Khusus untuk penanggulangan kemiskinan dengan memberdayakan kelompok usaha bersama Kube), tahun ini Sumbar mendapatkan anggaran senilai Rp11 miliar. Sebab, berdasarkan evaluasi pemberian KUBE kepada KK miskin tersebut, sekitar 70
persen di antaranya berhasil dalam mengembangkan usahanya.

“Dari tahun ke tahun kita tetap mendapatkan dana KUBE tahun ini cukup besar. Kita harapkan dana stimulan ini dapat dimaksimalkan oleh masyarakat,” sebut Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kafrawi Bachtiar didampingi Sekretarisnya Muchtar Lutfi kepada wartawan di ruang kerjanya.
Dikatakannya, Kube itu merupakan kegiatan sosial yang langsung masuk pada masyarakat yang dibantu. Pelaksanaan melalui pendampingan sosial (PSM) yang merujuk pada data-data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digulirkan dua tahun lalu. Kemudian mereka penerima BLT ini membentuk kelompok, dan kelompok tersebut mencari usaha yang sesuai dengan kondisi geografis daerah masing-masing.
Akan halnya potensi daerah mereka untuk usaha yang dapat dikembangkan. Kemudian difasilitasi oleh PSM untuk dapat melaksanakan pembentukan kelompok dan memilih usaha. Setelah terbentuk, kelompok ini mendapatkan dana stimulan senilai Rp20 juta per kelompok, yang terdiri dari 10 kepala keluarga (KK).
“PSM tidak boleh mengarahkan apa usaha yang diinginkan masyarakat. PSM juga tidak boleh mengarahkan penggunaan anggaran yang diberikan pada masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar kita berikan kesempatan untuk berinprovisasi,” tegas Kafrawi.

semenatar itu katanya, proses pencairan uang bantuan akan disalurkan langsung ke kelompok penerima bantuan. Tidak melalui dinas sosial. Langkah itu sudah keputusan Dinas Sosial Sumbar untuk memaksimalkan anggaran yang ada.
“Sebenarnya kita memiliki kewenangan melakukan pelelangan umum terhadap pengadaan kebutuhan KUBE secara banyak. Hanya saja, akibat proses itu akan terjadi pengurangan karena kita harus bayar pajak, belum lagi proses administrasi. Makanya, kita memilih disalurkan langsung, sehingga besar anggaran benar-benar sampai pada masyarakat,” ungkapnya.
Disebutkannya, tahun ini yang mendapatkan dana Kube adalah, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Tanah Datar. “ Kota Padang tahun ini tidak dapat lagi, karena sudah dua tahun berturut-turut,” paparnya
Bantuan itu ditujukan untuk lima daerah itu, Sebab, pemberian dana pengembangan usaha tersebut, berdasarkan data statistik fakir miskin yang ada di daerah paling banyak masyarakat miskin. "Anggaran itu berasal dari Kementrian Sosial. Pengalokasiannya akan disesuaikan dengan
program-program yang ada di Sumbar.
Disebutkannya, untuk Kabupaten Padang Pariaman, Kecamatan Gasan, Nagari Malai V Suku dengan nilai bantuan sebesar 2,5 miliar rupiah dengan 125 KUBE untuk 1.250 KK. Sedangkan untuk Kabupaten Tanah Datar, Kecamatan Lintau Buo Nagari Taluak, Nilai bantuan berjumlah 2,5 miliar rupiah dengan 125 KUBE (1.250 KK). Lalu untuk Kabupaten Pasaman, Kecamatan Tigo Nagari, Nagari Binjai. Nilai bantuan 2,5 miliar rupiah dengan 125 KUBE (1.250 KK). Yang lainnya di Kota Solok, Kecamatan Tanjung Harapan, Kelurahan Tanjung Paku. Nilai bantuan 1 miliar rupiah dengan 50 KUBE untuk 500 KK. Juga Kota Pariaman dengan nilai bantuan 1,5 miliar rupiah dengan 75 KUBE untuk 750 KK.

Berdasarkan data statistik Sumbar 2010, masyarakat yang tercatat sebagai fakir
miskin sebanyak 430.024 jiwa, wanita rawan sosial ekonomi ada 27.800 KK, keluarga
bermasalah psikologis 3.910 kk dan tindak kekerasan sebanyak 783.168 orang. Nasrul Chaniago

Tidak ada komentar: