Indra Gunalan dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Wali Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Periode 2011-2017 oleh Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten III Drs. Hardiman, diHalaman Kantor Walinagari setempat, Senin (25/4), menggantikan pejabat lama Naumar Rajo Manangan.
Hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah walinagari tersebut, Ketua DPRD Tanah Datar Zuldafri Darma, Camat Lintau Buo Suripto, Kabag Pemnag dan Rantau, Erizal, Walinagari se-Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, unsur Muspika, anggota BPRN, KAN, Bundo Kanduang dan anak nagari setempat.
Pada kesempatan itu, Hardiman mengatakan, tantangan yang akan dihadapi pemerintahan nagari bersama masyarakatnya ke depan adalah menurunnya semangat gotong royong dan kekeluargaan di tengah masyarakat. Hal ini terlihat belum optimalnya peran dan partisipasi masyarakat nagari dalam kegiatan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan nagari.
" Selain itu, tingginya tuntutan pelayanan oleh masyarakat yang belum diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang optimal, termasuk perangkat nagari dalam memberikan pelayanan," tutur Hardiman.
Untuk itu, walinagari bersama lembaga unsur lainnya serta anak nagari yang berada di kampung dan perantauan agar dapat memberikan perhatian dalam menyikapi tantangan tersebut demi kemajuan pembangunan nagari ke depannya.
Pada kesempatan itu, Indra Gunalan juga menyampaikan harapan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar agar melakukan perbaikan terhadap jembatan Koto Panjang Tigo Jangko yang sudah lama terbengkalai. Sebab, jembatan itu sudah banyak memakan korban jiwa.
Selain itu, Indra gunalan juga sangat mengharapkan agar jalan menuju sekolah dasar juga diperbaiki. Kami sangat sedih dan prihatin melihat anak-anak kita kesulitan menuju sekolah mereka.
Hal penting lainnya bagi kemajuan nagari adalah pembagian hasil dari sarang burung walet Ngalau Sopan Kijang yang selama ini hanya dinikmati pihak tertentu saja. Ia juga menyebut kurangnya perhatian Pemerintah daerah terhadap pembangunan Nagari Tigo Jangko sehingga masyarakat merasa selama ini sangat terpinggirkan bila dibandingkan nagari lainnya.
Indra mengatakan akan melanjutkan program yang tengah terbengkalai dan berharap semua unsur yang ada di nagari dapat bersama-sama membangun nagari. Dorongan dan kritikan yang membangun sangat diharapkan unsur pemerintahan nagari demi kemajuan dan perkembangan nagari ke depan.
"Jabatan walinagari adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan pada masyarakat, pemerintah daerah dan terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa," tandasnya.
Untuk itu, Indra mengajak seluruh komponen nagari terus memupuk rasa kebersamaan yang telah ada selama ini dalam mewujudkan masyarakat Nagari Tigo Jangko yang hidup aman, tenteram, sejahtera, dan berkeadilan yang dilandasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nasrul Chaniago
Tidak ada komentar:
Posting Komentar