Isu mutasi terhadap sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam sepekan terakhir ini merebak dan menjadi perbincangan hangat dikalangan PNS dan masyarakat setempat. Informasi yang berkembang, mutasi besar-besaran di tubuh Pemkab Tanah Datar itu direncanakan akan digelar pada minggu ini.
Sejumlah pejabat yang ditanyai membenarkan adanya kabar mutasi namun lagi-lagi belum diketahui kapan digelar. Munculnya isu mutasi juga membuat sebahagian pejabat di Pemkab Kabupaten Tanah Datar panas dingin’ karena takut posisinya tergeser. Namun, tak sedikit pula yang mengaku telah siap jika harus diganti. Selain cemas, rencana mutasi itu juga dinilai “angin surga” yang terkadang mengecewakan.
Mencuatnya isu mutasi ini sebenarnya bukan tanpa sebab, Mutasi ini untuk menyesuaikan dengan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) baru yang harus diberlakukan Pemkab.
Untuk mutasi nanti, jumlah pejabat dalam eselon tersebut banyak sehingga tinggal menyesuaikan dengan SOPD baru.
Untuk mutasi nanti, jumlah pejabat dalam eselon tersebut banyak sehingga tinggal menyesuaikan dengan SOPD baru.
Masih menurut sumber, terkait dengan isu mutasi yang semakin santer menggelinding di lingkup Pemkab Tanah Datar jilid II itu, sampai dengan saat ini terus terdengar. Bahkan, para pejabat khususnya dari kalangan Eselon II dan Eselon III masih menanti-nanti kapan gerbong mutasi itu akan dijalankan.
Salahseorang pejabat yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya yang telah masuk daftar mutasi sudah siap menerima tempat tugas barunya. Namun dirinya belum mengetahui secara jelas apakah dirinya ditempatkan di posisi jabatan yang strategis atau sebaliknya. Hanya saja, dia yakin kalau pelaksanaan pekerjaannya selama ini sudah cukup baik. ‘’Kini memang masih agak ketar ketir. Tapi tidak begitu dipikirkan. Pastinya sesuai dengan sumpah PNS tentunya bersedia ditempatkan di mana saja. Karena jabatan itu merupakan amanah. Dimanapun kita bekerja kalau ditekuni maka tidak akan ada bedanya. Sayapun akan melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi yang dipercayakan,’’ ujarnya
Dirinya yakin mutasi tidak akan bermasalah, jika memang sudah sesuai dengan aturan yakni melalui pembahasan Baperjakat. Sebagaimana komitmen Bupati bahwa mutasi bukanlah kiamat atau hal yang perlu ditakutkan. Melainkan untuk kebutuhan organisasi pemerintahan. Mutasi juga bisa saja promosi, atau bisa juga dilakukan untuk pengisian jabatan yang kosong. Lalu tidak menutup kemungkinan mutasi karena kinerja memang kurang baik.
‘’Kini kita selaku pejabat kecil tentunya akan pasrah. Begitu juga dengan pejabat lainnya, tentu sudah siap, terutama pejabat yang sudah masuk ke buku gerbong mutasi akan siap menerima. Karena semua itu adalah kebijakan pimpinan yang sudah dikaji sepenuhnya,’’ tegasnya. Nasrul Chaniago
Tidak ada komentar:
Posting Komentar